Tumbuh Bersama Skala Usaha Anda
Mulai dari gerobak dorong pinggir jalan sampai jaringan franchise puluhan cabang — Gorengin menyesuaikan diri, bukan sebaliknya.
Dari 1 Gerobak Sampai 50 Cabang
Aplikasi yang sama, tumbuh bersama usaha Anda — dari gerobak dorong sampai jaringan multi-cabang dengan disiplin operasional ala franchise ayam nasional.
Fokus goreng, urusan catatan biar aplikasi yang urus
Pemilik merangkap semuanya
Kasir sejarija dalam sehari
Tombol menu besar ala kios — pegawai baru atau anak magang langsung bisa jualan tanpa salah pencatatan.
Stok bahan presisi tanpa hitung manual
Jualan 40 porsi ayam tepung? Ayam mentah, tepung, dan bumbu di stok langsung turun sendiri sesuai resep.
Kasbon langganan aman
Kasbon tetangga dan langganan tercatat per nama. Lunas tinggal tap — tidak ada lagi utang yang 'lupa'.
Paket Gerobak: Rp15rb/bulan
Satu cabang, semua fitur dasar, Rp15.000/bulan — seharga sepiring ayam geprek. Naik paket hanya kalau usaha Anda yang naik kelas.
Mulai dari Paket Gerobak Rp15rb/bulan — naik ke Paket Juragan di saat cabang kedua buka, tanpa franchise fee & royalti.
Gorengin cocok untuk wirausaha gorengan solo maupun bos franchise multi-cabang.
Cerita dari Para Juragan Gorengan
Dari gerobak dorong sampai jaringan multi-cabang — ini yang berubah setelah catatan mereka dipercayakan ke Gorengin.
500+
Gerobak & kios terdaftar
Rp2,1 M+
Transaksi tercatat per bulan
98,2%
Akurasi pemotongan stok bahan
12rb+
Resep (BOM) terdaftar
“Dulu tiap tutup gerobak selalu kurang Rp30-40rb, tidak tahu ke mana. Bulan pertama pakai Gorengin, selisihnya tinggal ribuan — ternyata bocornya di porsi dan minyak yang tidak tercatat.”
“Saya punya 7 cabang gorengan. Yang paling ngefek: absensi GPS + rekap otomatis. Sekarang buka aplikasi jam 9 malam, semua cabang sudah kelihatan omsetnya — tidak perlu keliling lagi.”
“Fitur resep itu jiwa aplikasinya. Jual cilok 1 porsi, tepung sama bumbu kepotong sendiri. Stok opname yang dulu 2 jam, sekarang 15 menit karena tinggal cocokkan.”
Usaha gorengan adalah salah satu lini UMKM kuliner paling ramai di Indonesia — dari kaki lima ayam geprek sampai cilok, cimol, tahu crispy, tempe mendoan, dan pisang goreng. Pola masalahnya pun sama di mana-mana: bahan mentah yang menipis tanpa jejak, minyak yang habis lebih cepat dari hitungan, dan kasbon pelanggan yang hanya hidup di ingatan.
Untuk wirausaha solo, Gorengin menggantikan buku catatan dan nota kertas dengan kasir presisi seharga sepiring geprek. Untuk bos franchise, Gorengin menjadi mata dan telinga di tiap cabang: absensi GPS & foto saat buka-tutup, perbandingan omset antar titik, dan standar resep yang terpusat — sehingga keuntungan tidak bocor di tengah jalan sebelum sampai ke tangan Anda.